Penting Peran Silva dan Toure untuk City

David Silva
Roberto Mancini menyebut dua nama orang yang penting untuk Manchester City. Keduanya adalah David Silva dan Yaya Toure. Keduanya memiliki pengalaman yang akan berarti penting dalam laga melawan Real Madrid.

Saat ini, City masih terpuruk di posisi terbawah Grup D dengan koleksi dua poin dari empat pertandingannya. The Citizens jadi satu-satunya tim yang belum pernah menang di grup tersebut. Peluang juara Premier League musim lalu itu untuk lolos ke babak 16 besar pun sangat kecil.

Roberto Mancini sendiri mulai mempersiapkan strategi seandainya City tidak lolos. Ia mengaku gelar juara Liga Europa sudah dijadikan sebagai bidikan selanjutnya. Entah apakah ini psy war atau sekadar reverse psychology untuk meringankan beban pada timnya, hanya Mancini sendiri yang tahu pasti.

Yang jelas, laga melawan Madrid, Kamis, 22 November 2012 dinihari WIB, di Etihad, tak akan dilepas oleh pria berkebangsaan Italia itu. Ada beberapa hal yang ia sebut akan menjadi penentu bagi timnya. Yang pertama adalah pentingnya pertahanan solid serta pengalaman dari David Silva dan Yaya Toure.

Manchester City memang terbilang baru di kancah Liga Champions. Namun, para pemainnyabukan pemain sembarangan. trofi Liga Champions sudah pernah diangkat Toure dan Carlos Tevez. Sementara, trofi Piala Dunia sudah pernah diangkat Silva.

Mancini mengatakan jika Anda punya pemain yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia seperti Silva, atau yang sudah memenangkan segalanya seperti Yaya Toure, maka berhadapan dengan Real Madrid adalah esensi dari sepakbola.

Roberto Macini juga menanbahkan ketika Anda masih muda dan baru bermain sepakbola, Anda pasti berpikir ‘Saya ingin bertanding melawan Real Madrid dan Barcelona’. Tantangan besar disukai para pemain besar, tapi City membutuhkan konsentrasi sempurna untuk pertandingan ini.

Jika Manchester City ingin mengalahkan mereka, maka The Citizens harus bertahan dengan baik. Tiga dari lima gol yang bersarang ke gawang City di ajang Liga Champions semua lahir dari situasi bola mati. Selain dituntut untuk bertahan dengan solid, skuad Roberto Mancini juga diistruksikan untuk memperhatikan hal ini.